Sunday, June 25, 2017

Rinduku Sederas Hujan Sore Itu


Kembali produktif, setelah menelurkan Ninvelove tahun 2016 lalu, J.S Khairen kembali melahirkan buku keduanya di tahun 2017. Buku kedua? Ya, awal tahun ia sudah merilis 30 Paspor The Peacekeepers' Journey. Kumpulan kisah para mahasiswa S1 yang harus "nyasar" di negara orang sendirian. Kali ini, J.S. Khairen mebawakan hal yang berbeda. Sebuah kumpulan cerpen dan puisi dan sajak.
Judulnya menarik. Rinduku Sederas Hujan Sore Itu. Membawa nuansa kerinduan yang sudah lama tersimpan dan belum juga tersampaikan. Dari situ saja, sudah mennimbulkan banyak perkiraan, akan seperti apa buku ini. Apakah menawarkan rasa pilu atau malah sebaliknya?


Penulis: J.S Khairen
Jumlah halaman: 244 halaman
Tahun terbit: 2017
Penerbit: Nourabooks
Format: paperback
Rating Shiori-ko: 4/5
Sinopsis:

Hujan adalah janji setia langit kepada bumi. Yang pasti datang, tanpa payah menunggu. Kita terjebak di hujan yang sama, namun tak bisa saling bicara. Membuatku terus menunggumu memutar badan dan melempar senyum kepadaku.

Aneka rasa tumpah dari langit. Cemas dan rindu tanpa bisa kucegah. Rasa yang begitu besar, yang melenyapkan rasa lainnya.


Jarak kita tak jauh. Namun tak bisa bertatapan, apalagi berbicara. Rinduku sederas hujan sore itu.

***

Ada yang berbeda kali ini dari tulisan seorang J.S Khairen. Entah itu karena efek judul yang seakan mengajak pembaca untuk menjadi mendayu-dayu, atau memang karena cara penyampaiannya yang menunjukkan sisi lain dari penulis. Bahkan bisa jadi, gabungan dari keduanya.

Rinduku Sederas Hujan Sore Itu merupakan sebuah kumpulan tulisan, baik itu cerita ataupun puisi dan sajak yang sudah ditulis 2-3 tahun. Meskipun begitu, bukan berarti tulisan tersebut tidak memiliki makna mendalam. Bahkan sebaliknya. Sama seperti anggur yang semakin lama diendapkan malah semakin menjadi nikmat.

Beberapa tulisan yang berupa cerpen mengangkat isu-isu yang belum begitu lumrah bagi kita. Ada pula yang memang sangat dekat dengan kehidupan bermasyarakat namun kita tidak lekas menyadarinya.

Ada pula keunikan lain seperti sudut pandang yang digunakan untuk menyampaikan kisahnya. Pembaca perlu berhati-hati, sebab ada cerita yang awalnya sempat membuat bingung. Tapi sisanya, bisa diikuti dengan mudah baik air yang mengalir.

Sajak dan puisinya juga menyimpan makna yang mendalam melalui kata-kata. Sederhana namun memiliki arti. Bahkan ada yang hanya terdiri dari dua baris saja. Tapi bisa membuat hati menjadi sedikit ngilu.

Secara pribadi, aku jauh lebih suka dengan buku ini ketimbang Ninevelove. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada sesuatu yang berbeda dari penulisan J.S Khairen kali ini. Rasanya, menjadi lebih dewasa, lebih nyaman untuk dibaca. Dan tentu, lebih membuat hati merasa ngilu, bahkan juga merasa pilu. Alasan ku memberikan bintang 4 untuk buku ini adalah karena makna dari setiap tulisan. Kalau dibaca sekali dan sekilas, aku yakin hanya sebatas cerita. Tetapi, coba baca perlahan dan pahami konteksnya. Malah akan muncul perasaan lain. Makna lain.

Rinduku Sederas Hujan Sore Itu adalah sebuah tulisan J.S Khairen yang lebih menonjolkan sisi dewasanya. Baik dari kisah, isu yang diangkat, hingga kosa kata yang dipilih. Aku rasa, aku tidak berlebihan jika memberikan 4 bintang untuk buku satu ini. 

No comments:

Post a Comment