Saturday, August 19, 2017

Grand Story Magazine Issue 14: Liberating Literacy

sumber
Di tengah perubahan format bahan bacaan dari cetak menuju digital, majalah pun juga menjadi korban. Sudah bukan berita mengagetkan lagi apabila banyak majalah cetak kemudian merilis edisi terakhir (dalam format cetak) untuk selanjutnya beralih ke versi digital. Pertimbangannya pun beragam, Dari penjualan oplah cetak yang ternyata terus menurun, hingga efisiensi biaya (sebab untuk majalah cetak akan ada banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan).

Namun, hal tersebut berbeda dengan Grand Story Magazine. Sebuah majalah dalam format cetak berukuran A4 yang kini tengah berusaha naik menjadi bahan bacaan untuk generasi millennials.

Friday, August 11, 2017

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan


Siapa yang tidak tahu dengan nama Okky Madasari? Penulis yang pernah memenangkan Khatulistiwa Literary Award di tahun 2012 ini selalu dinanti-nantikan tulisannya. Sama seperti ketika akhirnya, setelah novel yang selalu dilahirkan, muncul kumpulan cerpen. Judulnya saka sudah menarik. Ditambah dengan desain sampul yang tidak kalah mencuri pandangan. 

Monday, July 31, 2017

Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya


Desain sampulnya, tidak bisa dipungkiri, begitu eye catching. Perpaduan antara warna biru dengan kuning yang begitu kontras membuat yang lewat di depan ingin berhenti sejenak. Mendekat dan akhirnya mengangkat buku tersebut. Judulnya juga sederhana. Hanya bertuliskan "Kamu". Dengan subjudul "Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya" malah membuat orang lain penasaran. 

Saturday, July 29, 2017

The Dinner


Seakan sudah menjadi kebiasaan, setiap kali ada karya dalam satu genre yang begitu fenomenal, akan ada pihak yang melakukan pelabelan terhadap karya lain. Seperti, the next Hunger Games atau label-label lain. The Dinner misal. Tertera pada desain sampulnya tulisan, the next Gone Girl. Ya, Gone Girl karya Gillian Flynn tersebut kini memiliki subordinat. Ada yang mengatakan bahwa The Dinner adalah Gone Girl versi Eropa.

The Handmaid's Tale


Judul ini sudah nangkring menjadi to-be-read sejak lama. Apalagi ketika sedang marak-maraknya novel young adult bertema dystopia seperti The Hunger Games. Banyak situs yang kemudian mengangkat kembali tema dystopia sebagai sebuah bacaan di masa lalu. Tidak terkecuali The Handmaid's Tales karya Margaret Atwood.

Saturday, July 8, 2017

Summer Days and Summer Nights


Di tahun 2014, sebuah kumpulan cerita dengan tema musim dingin diluncurkan. Desain sampulnya begitu menarik. Pun dengan para penulis yang mengisi buku tersebut. Ditengok lagi, penyuntingnya adalah salah satu penulis young adult yang digandrungi, Stephanie Perkins. Di tahun 2016, buku dengan tema musim panas pun diluncurkan. Sentuhan dan citra yang diberikan masih sama dengan buku My True Love Gave to Me, meskipun nama para penulisnya tentulah berbeda.